Seseorang Dan Lamunannya

 Dalam lamunannya, ia teringat kawannya yang ia temui di masa pengasingannya dulu. Orang itu pernah berkata "Jika dalam mencapai suatu jabatan dan kuasa tertentu di lewati dengan "mengkerdilkan" orang lain atau bahkan "membunuh" orang lain. Maka, ketika jabatan dan kekuasaan berhasil di dapatkannya, ia akan melakukan hal yang sama, bahkan cenderung lebih brutal lagi."


"Jangan kira kuasa hanya dimiliki oleh raja atau perdana menteri saja. Kuasa dapat diartikan lebih luas daripada itu" ia melanjutkan. "Aparat lebih berkuasa dari warga sipil, kepala desa lebih berkuasa daripada rakyatnya, bahkan dalam kondisi tertentu laki-laki lebih berkuasa dari perempuan". Yang terakhir ia ucapkan dengan sedikit meninggikan suaranya sambil matanya melotot, kemudian tanganya meraih korek dan membakar batang rokok sisa sore tadi. 


"Apa kamu pikir manajer kantor itu lebih tinggi daripada office boy?" orang itu melanjutkan sambil mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya. Pertanyaan yang tiba-tiba itu tidak bisa dijawabnya dengan segera, hanya gelengan kepala yang sanggup ia lakukan saat itu.


Melihat kebingungannya, orang itu berkata "Kapitalisme mengkondisikan kita dalam pemisahan dan keterasingan dalam wujud hirarki kelas. Sistem ini juga menciptakan jurang antar kelas yang tertindas itu sendiri. Selama sang manajer masih merasa mempunyai kuasa dan belum sadar bahwa ia sama posisinya dengan office boy dalam sistem hirarki yang diciptakan para pemilik modal, selama itu juga sistem hirarki masih menjadi senjata yang ampuh dan efektif untuk mengasingkan dan memecah belah kelas tertindas". Ia masih mendengarkan ocehan kawannya itu dengan penuh pertanyaan dikepalanya, pertanyaan yang sampai sekarang masih sering mengganggu tidurnya.


Suara gagak tiba-tiba menghentikan lamunannya, kemudian ia menaburkan bunga di atas nisan kawan lamanya yang sangat ia sayangi dan kagumi itu. Mendoakannya sejenak, kemudian pergi. Menciptakan jejak langkah di tanah yang baru saja diguyur hujan. Sesaat setelahnya, dia menemukan jalan beraspal yang mengarah ke tengah kota yang terasa asing baginya.

Popular Posts