Fiksi roman
Sampai saat ini aku masih percaya semua buku bermanfaat untuk pembaca. Tak terkecuali fiksi roman.
Tak banyak fiksi roman yang aku punya dan sudah aku baca.
Setelah aku ingat-ingat lagi, entah kenapa semua fiksi roman yang pernah aku baca pasti ada unsur komunismenya dan selalu berkahir dengan kegagalan yang mengecewakan.
Kemudian aku sadar, daripada fiksi roman yang manis-manis. Aku lebih suka fiksi roman yang marxis-marxis.
Jadi timbul pertanyaan di kepala; selera yang menentukan bacaan, atau bacaan yang menuntun kecenderungan selera?
