Menggugah
Dengan secangkir kopi hitam dan buku novel yang tak bosan ku baca. Hari ini adalah hari yang cerah, paling tidak sampai orang itu menghampiriku dan memecah kesunyian dan konsentrasiku. Dengan suara nyaringnya ia berkata "Lho? Masih belum selesai baca novel itu?" "Sudah, lagi mulai membaca ulang lagi." jawabku. "Oh, segitu baguskah novel itu?". Aku tidak tahu arti pertanyaan itu, sebuah ejekan atau rasa penasaran. Ku tutup novelku dan ku putuskan untuk meladeninya, walau dengan raut kesal.
"Kau tahu, sebuah novel bisa jadi mengalahkan film dan series tv yang paling kau suka hanya dengan rangkaian kata-kata. Tak hanya itu, di dalam novel, kau yang berkuasa mengimajinasikan mimik muka si aktor, mewarnai ruangan, menggerakan dan mengarahkan sudut pandang kamera, oh! dan jangan lupakan, suara aktor! Kepalamu akan penuh dengan bermacam macam adegan, hanya dengan membaca kata dan mengumajinasikannya. Apakah itu tak membuat mu penasaran!?" Ia tampak bingung dan kaget mendengar responku yang tak seperti biasanya. Ia melirik novelku yang masih ku pegang dipangkuanku, "Coba ku lihat" katanya.
Aku menyerahkan padanya, disertai senyum simpul layaknya iblis yang berhasil mempengaruhi manusia, seraya membayangkan bagaimana antusiannya ia nanti ketika menceritakan padaku tiap adegan yang muncul di kepalanya. Aku sangat yakin novel itu tak akan mengecewakan. Kalau perlu dijamin waktu kembali. Hahaha
